Shopping Cart

Omega-3 dalam OMEGA 3+ Berhubungan Erat Dengan Kesehatan Jantung

Posted by LifePharm Indonesia on
Omega-3 dalam OMEGA 3+ Berhubungan Erat Dengan Kesehatan Jantung

Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di Indonesia dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Di Amerika Serikat, penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu. Selain meningkatkan pendidikan dan kewaspadaan, beberapa penelitian sedang dilakukan untuk mengetahui langkah yang dapat ditambahkan – atau dikurangkan – dari gaya hidup dan pola makan mereka untuk menentukan hidup yang lebih panjang dan lebih sehat.

 

Statistik Penyakit Jantung

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kondisi dan pilihan hidup yang dapat membuat seseorang berisiko terkena penyakit jantung termasuk diabetes, kelebihan berat badan / obesitas, pola makan yang buruk, aktivitas fisik yang rendah, dan penggunaan alkohol yang berlebihan. Gejala penyakit jantung termasuk serangan jantung, aritmia, gagal jantung, dan stroke.

 

  • 65 persen dari semua wanita yang meninggal karena penyakit jantung tidak menunjukkan gejala.
  • 1 dari 3 wanit meninggal karena penyakit jantung setiap tahun, membunuh satu wanita setiap 80 detik.
  • 44 juta wanita terdampak oleh penyakit kardiovaskular.
  • 90 persen wanita memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit jantung atau stroke.

 

Studi yang Melibatkan Tingkat Indeks Omega-3

Indeks Omga-3 adalah hasil dari penelitian selama 30 tahun oleh Dr. William Harris tentang asam lemak dan penyakit kardiovaskular. Indeks Omega-3 adalah sebuah ukuran asam lemak omega-3, EPA dan DHA, dalam sel darah merah, yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung.

 

Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat indeks omega yang lebih tinggi (dibandingkan dengan yang lebih rendah) mengalami penurunan risiko terhadap berbagai kondisi tidak sehat yang berhubungan dengan jantung, otak, gangguan mood, dan kondisi peradangan. Darj penelitian berpopulasi besar, orang yang mengonsumsi lebih banyak ikan berkualitas telah menjukkan kondisi kehidupan lebih sehat yang menunjukkan konsumsi tersebut dapat mendukung kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.

 

Meningkatkan indeks omega-3 Anda dan menjaganya agar tetap stabil akan membantu mengurangi risiko kondisi tidak sehat. Asam lemak omega-3 ditemukan terutama pada ikan yang “berminyak”, seperti salmon, tuna, dan herring. Dua asam lemak omega-3 terpenting adalah EPA dan DHA.

 

Perlu dicatat bahwa asam lemak omega-3 dari minyak biji rami (asam alfa-linolenat atau ALA) tidak akan banyak berpengaruh pada indeks omega-3 Anda. ALA dari biji rami memiliki beberapa manfaat kesehatan lainnya, namun bukan sebagai pengganti yang efektif untuk EPA dan DHA. Untuk memastikan tingkat indeks omega-3 Anda tetap dalam kisaran yang ideal, Anda dianjurkan untuk mengecek secara rutin setiap enam bulan.

 

Sebuah studi terbaru menunjukkan 97.3 persen wanita paruh baya memiliki tingkat darah di bawah ambang batas omega-3 optimal yang disarankan untuk perlindungan kesehatan jantung yang paling baik. Frekuensi penyakit kardiovaskular lebih tinggi pada wanita paruh baya, sebesar 35,5 persen pada wanita usia 40 hingga 59 tahun.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa wanita perlu mengonsumsi lebih banyak omega-3 dalam makanan mereka.

 

Cara Menguji Indeks Omega-3 dan Cara Membaca Hasilnya

Penelitian Dr. Haris baru-baru ini telah dirancang menjadi tes standar, dimana seseorang dapat mengevaluasi kadar omega-3 DHA dan EPA dari tes darah yang dapat dilakukan di rumah. Hanya dengan memesan alat tes, menusuk jarum pada jari tangan dan teteskan darah pada panel tes, lalu mengirimkan alat tes tersebut ke laboratorium. Hasil analisis lab akan mengungkapkan kepada subjek persentase EPA dan DHA yang ditemukan dalam darahnya.

 

Tingkat Persentase Skala Indeks Omega-3:

  • Sangat rendah (kurang dari 4 persen)
  • Rendah (4-6 persen)
  • Sedang (6-8 persen)
  • Tinggi (lebih dari 8 persen)

 

Risiko kardiovaskular terendah berkaitan erat dengan indeks omega-3 yang lebih tinggi dari 8 persen. Kelompok dengan risiko tertinggi adalah orang-orang dengan tingkat indeks omega-3 yang kurang dari 4 persen.

 

Para peneliti yang melakukan penelitian pada 446 wanita, berusia 40 hingga 60 tahun, berpendapat bahwa status rantai panjang omega-3 Polyunsaturated Fatty Acid (PUFA) pada wanita harus ditingkatkan, untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan penurunan kognitif.

 

Hasil studi tersebut melaporkan bahwa rata-rata skor indeks omega-3 dalam keseluruhan grup adalah 5,49 persen, termasuk dalam kisaran yang rendah. Kesimpulannya, studi tersebut mengungkapkan sebanyak 62,8 persen wanita memiliki kadar indeks omega-3 yang rendah (4-6 persen).

 

Cara Meningkatkan Tingkat Indeks Omega-3 Anda

OMEGA 3+ dari LifePharm mengandung sumber alami dan kualitas asam lemak oemga-3 dari ikan yang kecil dan memiliki kandungan minyak yang tinggi, mirip dengan ikan sarden, yang secara alami mengandung rasio optimal omega-3 DHA dan EPA. OMEGA 3+ juga diperkaya dengan Ekstrak Telur Yang Difertilisasi eksklusif dari LifePharm. Selain itu, juga mengandung CoQ10 extended release (ER) dan vitamin K2.

 

Penelitian dengan CoQ-10 menunjukkan bahwa kadar yang memadai dalam darah berkaitan dengan kesehatan jantung yang baik dalam studi klinis. Co-factor tersebut diperlukan untuk produksi energi yang berkelanjutan dalam sel jantung. CoQ10 sangat dibutuhkan untuk dan penting karena jaringan organ jantung terus bekerja dan memompa setiap waktu,

 

Vitamin K2 sangat esensial untuk mendukung kesehatan jantung dengan mencegah penumpukan kalsium di pembuluh darah dan membantu mendistribusikan kalsium kembai ke tulang yang paling membutuhkan. Lengkapi makanan Anda dengan dua hingga empat kapsul OMEGA 3+ setiap hari untuk meningkatkan tingkat indeks omega-3 Anda. LifePharm memberikan Anda bahan-bahan terbaik dalam satu suplemen yang sepenuhnya mendukung kesehatan jantung Anda.


Older Post

×
Welcome Newcomer