Shopping Cart

Semangka VS Donat: Sama-sama Tidak Sehat?

Posted by LifePharm Indonesia on
Semangka VS Donat: Sama-sama Tidak Sehat?

Anda mungkin berfikir sepotong semangka adalah pilihan yang lebih sehat daripada sebuah donat (dan Anda benar), tapi tahukah Anda kedua-dua makanan ini dianggap memiliki kandungan yang lebih tinggi menurut skala Glikemik Indeks (GI)? GI berguna untuk memahami bagaimana tubuh memecah karbohidrat.

 

Berat Glikemik (GL) adalah angka yang diberikan pada suatu makanan untuk memperkirakan seberapa banyak peningkatan kadar glukosa darah seseorang setelah mengonsumsi makanan tersebut. Mengetahui GL suatu makanan, dan di mana dia berada pada skala GI, dapat membuat suatu perbedaan yang besar dalam pilihan makanan Anda.

 

 

Apa itu Sindrom Metabolik?

Anda pasti sudah pernah mendengar hal ini sejak dari kecil: mengonsumsi gula berlebihan berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Namun, hal ini dapat berlanjut menjadi sebuah kondisi yang disebut Sindrom Metabolik. Kondisi ini ditandai dengan:

  • Tekanan darah tinggi
  • Gula darah tinggi
  • Kadar kolesterol tidak sehat
  • Lemak di bagian perut

 

Gula berlebihan juga turut berkontribusi pada peradangan yang meluas di seluruh tubuh, dan bahkan menyebabkan risiko tinggi penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

 

Saat dimakan pada level yang tidak terkendali dan dalam jumlah yang tinggi, gula juga dapat merusak organ. Hal ini dapat merusak pankreas dan sekresi insuin. Terlalu banyak gula yang beredah di tubuh akan mulai bereaksi dengan jaringan sel dan pembuluh darah di otak, mata, otot jantung, dan semua jenis pembuluh darah, sehingga menyebabkan kerusakan yang luas.

 

 

Perbedaan Glikemik Indeks dan Beban Glikemik

Glikemik Indeks (GI) adalah angka yang berhubungan dengan jenis makanan tertentu dan mengindikasikan pengaruh makanan tersebut terhadap kadar glukosa darah (juga disebut gula darah) seseorang. GI menunjukkan total kenaikan kadar gula darah seseorang setelah konsumsi suatu makanan; hal tersebut mungkin menunjukkan kecepatan peningkatan pada gula darah. Peningkatan ini dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain, seperti jumlah lemak yang dikonsumsi bersama makanan.

 

Walaupun GI adalah alat yang berguna untuk memahami cara tubuh memecah karbohidrat yang tersedia (total karbohidrat dikurangi serat), GI tidak memperhitungkan lemak dan komponen lain yang berkontribusi pada peningkatan total gula darah. Di sinilah Beban Glikemik (GL) memerikan umpan balik yang berguna. Konsep GL dikembangkan oleh para ilmuwan untuk mengambarkan kualitas dan kuantitias karbohidrat secara bersamaan dalam penyajian makanan, hidangan, atau diet.

 

Perhatikan contoh semangka dan donat. GI semangka adalah 72, yang hampir setinggi GI donat yaitu 76. Namun, satu porsi semangka menyediakan 11g karbohidrat yang tersedia, sedangkan donat dengan ukuran sedang menyediakan 23g karbohidrat yang tersedia. Hal ini menunjukkan 50 persen perbedaan tentang seberapa cepat karbohidrat yang tersedia dapat meningkatkan glukosa darah Anda.

 

Semua makanan rendah GI adalah makanan sehat merupakan sebuah kesalahpahaman umum. Meskipun hal ini cukup umum, namun tidak selalu benar. Parsnip, stroberi, dan pisang dianggap sebagai makan sehat, namun semuanya dinilai sebagai makanan menengah hingga tinggi pada skala GI. Tapi pada skala GL, satu cangkir stroberi memberi nilai 13, pisang 16, dan parsnip hanya 4.

 

 

Apa Tingkat Beban Glikemik Yang Baik?

Untuk penyajian makanan pada umumnya, skala GL adalah:

 

Kurang dari 10 = rendah (baik)

11 – 19 = sedang

20 ke atas = tinggi (buruk)

 

Mengunakan contoh awal kami, meskipun GI serupa, satu porsi semangka memiliki GL 4, sedangkan donat berukuran sedang memiliki GL 205.

 

Sedangkan, skala GI bekerja dengan menilai angka dari rendah (baik) sampai tinggi (buruk). Semakin kecil angkanya, semakin kecil dampak makanan terhadap gula darah Anda:

 

Kurang dari 55 = rendah (baik)

56 – 69 = sedang

70 ke atas = tinggi (buruk)



Akibat GI dan GL Yang Tinggi

Sebuah studi ekologi di Amerika Serikat terhadap data nasional dari 1909 hingga 1997 menemukan bahwa peningkatan konsumsi karbohidrat olahan dalam bentuk sirup jagung, ditambah dengan penurunan asupan serat makana, telah meningkatkan prevalensi diabetes tipe 2 secara paralel di Amerika Serikat.

 

Analisis terbaru dari tiga kelompok besar Amerika Serikat menunjukkan bahwa: konsumsi makanan dengan GI tertinggi versus terendah dikaitkan dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2. Risiko ini meningkat sebesar 44 persen dalam Nurses’ Health Study (NHS) I, 20 persen di NHS II dan 30 persen dalam Health Professionals Follow-up Study (HPFS).

 

Selain itu, konsumsi makanan IG tinggi yang rendah serat (seperti produk sereal yg umum) dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes hingga 59 persen, dibandingakn dengan makanan rendah GI (seperti produk sereal berserat tinggi).

 

 

Rawat Gula Darah Tinggi dengan LAMININE

Sebuah studi pendahuluan menunjukkan bahwa mengonsumsi LAMININE mendukung orang yang mulai menunjukkan tanda-tanda gula darah normal yang sedikit meningkat. Subjek yang dipilih untuk penelitian ini memiliki kadar gula darah dalam kisaran normal yang tinggi. Evaluasi statistik menunjukkan LAMININE mengurangi kadar gula darah normal yang sedikit tinggi. Peserta dengan Gula Darah Normal Tinggi yang diberikan satu kapsul LAMININE dua kali sehari (satu pagi dan satu malam) selama 12 minggu menunjukkan hasil signifikan pada statistik dalam mengatur gula darah (n=4).


Older Post Newer Post

×
Welcome Newcomer